Tiga Raja dari Timur dan Hadiah Untuk Sang Raja Agung (Part 1)

Setiap tanggal 25 Desember, umat Kristiani di dunia memperingati Hari Natal sebagai hari lahir dari Yesus Kristus dan salah satu bagian dari cerita natal adalah kedatangan tiga orang bijak dari timur (the three wise men) yang mengikuti Bintang Natal (Star of Bethlehem). Perjalanan mereka menuju Bethlehem dan tiga hadiah yang mereka bawa – emas, kemenyan (frankincense) dan mur (myrrh) – dikisahkan dalam Injil Matius. Kedatangan mereka ke Yudea bermaksud untuk melihat sang Raja Agung yang telah lahir.

Siapa ketiga orang tersebut?

Bersumber dari teks asli Injil Matius yang berbahasa latin, ketiga orang tersebut digambarkan dengan menggunakan kata magi yang merupakan bentuk jamak dari magus. Kata ini mengindikasikan bahwa ketiga orang tersebut merupakan pendeta Zoroaster yang memiliki ketertarikan khusus terhadap ilmu perbintangan. Terjemahan ini memiliki kecocokan dimana mereka mengikuti Bintang Natal untuk menuju Bethlehem. Dalam cerita tersebut, ketiga orang tersebut sering juga disebut sebagai raja-raja dari timur dan digambarkan dengan mahkota tetapi asumsi ini baru muncul pada millenia kedua.

The Three Magi oleh Herarrd of Landsberg, dibuat ulang oleh Christian Maurice Engelhardt (courtesy: wikipedia)

The Three Magi oleh Herarrd of Landsberg, dibuat ulang oleh Christian Maurice Engelhardt (courtesy: wikipedia)

Negara asal dari ketiga orang tersebut pun tidak disebutkan dengan jelas dan hanya diindikasikan berasal dari timur. Dalam kisah tradisional, ketiga orang tersebut sering disebut berasal dari Babilonia, Persia dan Yaman. Selain asal dari ketiga orang tesebut, nama dari mereka pun tidak disebutkan dalam alkitab. Namun dalam beberapa cerita tradisi eropa, ketiga orang tersebut bernama Melchior, Caspar dan Balthazar. Dalam tradisi Kristen di Suriah mereka disebut dengan nama Larvandad, Gushnasaph dan Hormisdas yang diduga berasal dari Bahasa Parsi. Jumlah mereka pun tidak disebutkan dalam alkitab dan mereka diasosiasikan berjumlah tiga orang dikarenakan jumlah hadiah yang mereka bawa.

Setelah berhasil menemui Bayi Yesus dan Maria di Yudea, ketiga orang tersebut kembali ke negeri asal mereka melalui rute yang berbeda untuk menghindari Raja Herodes setelah mendapatkan peringatan melalui mimpi untuk tidak kembali menemui Raja Herodes yang berniat ingin membunuh Bayi Yesus.

Shrine of the Three Kings di Katedral Koln (courtesy: wikipedia)

Shrine of the Three Kings di Katedral Koln (courtesy: wikipedia)

Akhir dari ketiga orang tersebut memiliki cerita yang beragam. Menurut tradisi, Katedral Koln merupakan kuburan bagi ketiga orang tersebut dimana terdapat tiga sarkofagus yang terbuat dari emas, yang dikenal denga Shrine of the Three Kings, dan di dalamnya terdapat jasad dari ketiga orang tersebut. Ada juga yang mengatakan kuburan ketiganya berada di Iran berdasarkan catatan dari abad ke-13 oleh Marco Polo.

Perjalanan ketiga orang bijak tersebut, juga diabadikan dalam lagu tradisional natal We Three Kings karya John Henry Hopkins Jr. dan dalam lagu tersebut juga disebutkan makna dari hadiah yang mereka bawa.

Pesan di balik hadiah dari 3 orang bijak

Adoration of the Magi oleh Bartolome Esteban Murillo (courtesy: wikipedia)

Adoration of the Magi oleh Bartolome Esteban Murillo
(courtesy: wikipedia)

Ketiga orang bijak tersebut memberikan hadiah kepada Bayi Yesus dan Maria sebagai bentuk penghormatan kepada Bayi Yesus. Namun, makna atau arti dari ketiga hadiah tersebut tidak dijelaskan secara ekslipit dalam Alkitab.

Dalam lagu natal We Three Kings, ketiga hadiah tersebut memiliki arti spiritual seperti emas disimbolkan sebagai hadiah untuk seorang raja agung. Kemenyan (frankincense) sering digunakan dalam peribadatan umat kristiani sehingga makna dari hadiah ini adalah hadiah untuk seorang imam agung. Kemudian, mur adalah minyak yang sering digunakan sebagai anointing oil dalam acara penguburan sehingga mur melambangkan penderitaan dan mortalitas Yesus. Dalam bait terakhir dari lagu We Three Kings merupakan rangkuman dari makna ketiga hadiah tersebut,

“Glorious now behold him arise/King and God and sacrifice”

Beberapa orang mengartikan ketiga hadiah tersebut sebagai simbol keagungan (emas), hubungan dengan Tuhan (kemenyan) dan kematian (mur). Dalam suatu cerita, campuran antara minuman anggur dan mur ditawarkan kepada Yesus sebelum penyaliban (Matius 27:34).

Selain itu, ada juga yang mengartikan ketiga hadiah tersebut adalah hadiah untuk seorang raja karena ketiga benda tersebut umumnya diberikan sebagai persembahan kepada seorang raja. Beberapa ahli ada yang mengatakan bahwa ketiga hadiah tersebut tidak hanya sekedar hadiah simbolis tetapi juga sebagai obat-obatan.

Biara St. Paul di Gunung Athos mengklaim memiliki peti emas yang berisi ketiga benda tersebut. Peti tersebut dihadiahkan kepada biara tersebut oleh Meryem Hattun (Mara Brankovic), anak dari Raja Serbia Durad Brankovic dan istri dari Sultan Murat II dari Kesultanan Ottoman. [dhy/CP14]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s