Peak District Trip

29  September 2015

Perkenalkan, kami Ghea Oktaviane Vikarani dan Hafshah Hafidza Noer. Alhamdulillah di tahun ajaran 2015/16 ini berkesempatan menempuh studi master di University of Sheffield.

Sheffield? Dimana sih Sheffield? Jangan salah, ternyata Sheffield merupakan salah satu kota terbesar di UK, yang terletak satu jam perjalanan darat dari Manchester. Tahun ini, sebanyak kurang lebih 30 mahasiswa Indonesia berangkat untuk menempuh pendidikan master dan doktoral disini. Sebagai mahasiswa baru di negeri orang, semangat untuk mengeksplor UK jelas masih membara. Karenanya, kami memutuskan untuk piknik ceria sebelum perkuliahan dimulai dan deadline paper menumpuk.
Sheffield sendiri merupakan sebuah kota berbukit yang terkenal dengan alamnya. Salah satu tujuan wisata yang gencar dipromosikan, baik oleh pihak kampus maupun kota, adalah Peak District. Oleh karena itu, kami dan beberapa teman memutuskan untuk berangkat ke sana pada hari Sabtu terakhir masa intro week.

Peak District National Park merupakan taman nasional pertama di UK. Areanya sangat luas, dengan banyak spot menarik untuk dikunjungi dan tidak mungkin diselesaikan dalam satu hari. Ada Chatsworth House – bangunan megah yang dulunya merupakan kediaman The Duke of Devonshire, Edensor (British people spell it as Ensor) – desa kecil yang terkenal di Indonesia karena novel Andrea Hirata, Bakewell – desa yang terkenal karena pasar dan pertokoan khasnya, Castleton – tujuan utama para hikers dan bikers dengan pemandangan luar biasa, dan lain-lain. Jika ingin melihat detail setiap spot, web berikut cukup memberi referensi, http://www.derbyshire-peakdistrict.co.uk/index.htm dan http://www.visitpeakdistrict.com/.

Sejak beberapa hari sebelum berangkat, kami melakukan dulu riset sederhana dibimbing oleh para senior Indosoc Sheffield dan Google. Chatsworth terlihat sangat menarik, namun karena kami masih harus berhemat sampai uang bulanan datang, Chatsworth disimpan untuk perjalanan berikutnya. Sekedar informasi, tiket full access untuk student adalah GBP 20, bisa dilihat di http://www.chatsworth.org/. Pada akhirnya, tujuan utama perjalanan kami adalah Desa Edensor, yang dapat dikunjungi dengan bebas.

Terdapat dua bus yang melayani rute Sheffield-Bakewell via Edensor, yaitu bus 218 operated by TM Travel dan bus 214 operated by First. Kami memutuskan untuk mengambil bus 218 karena bus pertamanya berangkat lebih pagi. Lebih cepat lebih baik. Kami berangkat dengan empat orang lainnya, Mula, Griselda, Bastian, dan Pandu. Kami tiba di bus stop SS1 (Sheffield Interchange) tepat sebelum bus 218, keberangkatan pukul 09.00, tiba. Bus stop SS1 ini terletak di sebelah timur Sheffield Hallam University. Sayangnya, tidak terdapat diskon pelajar untuk rute ini. Harga tiket dapat dilihat di http://www.tmtravel.co.uk/tickets/. Meskipun begitu terdapat day rider ticket for group yang harganya GBP 15 untuk 5 orang, sehingga kami cukup membeli tiket grup dan adult return ticket seharga GBP 5.50, dan membagi biaya perorang dengan rata.

tiket

Tiket bus 218 TM Travel Sheffield-Bakewell

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bus 218 yang kami tumpangi bukan bus double decker yang terkenal itu, namun bus ini menyediakan fasilitas stop announcement. Nama setiap bus stop yang letaknya sudah dekat selalu diumumkan sehingga sangat membantu kami yang masih awam perdaerahan Sheffield. Meskipun begitu, kami yang semula berencana turun langsung di Edensor akhirnya turun di Chatsworth karena  bus stop-nya terlewat.

Kami semua terpesona ketika melihat Chatsworth House untuk pertama kalinya. Kata Pandu, “Bagus banget gue sampe pengen nangis.” Belum sampai jam 10 ketika kami turun dari bus di lapangan parkir (British people menyebutnya car park, bukan parking lot) Chatsworth, baru ada sedikit orang berlalu-lalang. Weekend itu masih terlalu pagi untuk berwisata. Matahari pun belum muncul sehingga suhunya masih dingin, sekitar 10ᵒ C. Bagi kami, itu kesempatan untuk mengambil foto sebanyak-banyaknya sebelum malu dilihat orang. So Indonesian.

Bangunan di sisi Chatsworth House

 

 

 

 

 

 

Karena kami hanya berkeliaran di luar bangunan, cerita perjalanan kami tentang Chatsworth ditunda dulu hingga piknik berikutnya. Kami memutuskan untuk jalan kaki saja, dari Chatsworth ke Edensor yang normalnya hanya 15 menit jalan kaki. Buat kami, perjalanan itu baru selesai dalam waktu hampir satu jam, karena kami banyak berhenti untuk, apalagi kalau bukan, foto-foto!! Derwent River, biri-biri Shaun the Sheep, rusa Bambi, padang rumput, hingga pepohonan yang mulai berubah warna di awal musim gugur. Hati-hati, banyak dan besar-besar sekali ranjau biri-biri disana.

Dari Chatsworth House, menara gereja yang ada di sampul novel Edensor yang legendaris itu sudah terlihat. Edensor sebenarnya adalah sebuah desa kecil dengan St. Peter Church sebagai monumen selamat datangnya. Terdapat rumah-rumah otentik yang mungil dengan pekarangannya yang terlihat sangat damai. Semakin ke dalam desa, pengunjung akan mendapati lahan-lahan penggembalaan hewan, dibatasi oleh pagar susunan batu yang masih asli.

St. Peter Church

St. Peter Church

 

Rumah di Edensor

Lahan penggembalaan hewan di Edensor

Lahan penggembalaan hewan di Edensor

Sebelum beranjak, belum lengkap rasanya kalau kami tidak menyambangi Tea Room di sebelah St. Peter Church. Tea Pot for two yang kira-kira cukup untuk 4 cup of tea lengkap dengan susu hanya GBP 3.5. Sementara kue-kue seperti cheese cake atau caramel cake yang lezat dihargai GBP 4-5. Tempat ini highly-recommended buat para pengunjung Edensor, tempatnya mungil dan hangat, paling tidak untuk merasakan tradisi minum teh cantik ala-ala orang Inggris.

Sajian di Tea Room Edensor

Sajian di Tea Room Edensor

Dari Edensor kami melanjutkan perjalanan menggunakan bus 241 ke Bakewell. Sebenarnya kami tidak tahu apakah tiket bus 218 TM Travel berlaku juga di bus 241 First, tetapi ketika kami menunjukkan tiket (bagian tercetak TM Travel tidak terlihat) bus driver-nya mengizinkan kami naik.

Bakewell adalah sebuah desa pusat pertokoan kecil dan pasar di Peak District. Disebutkan bahwa tempat ini adalah ancient capital of Derbyshire. Kebanyakan infrastruktur di sini masih dijaga kenaturalannya. Jalan, bangunan, jembatan, hampir seluruhnya bernuansa bebatuan warna krem. Kami membeli kartu pos khas Peak District seharga 20p-50p per lembar. Selain itu, terdapat pula secondhand book shop, pasar perhiasan rumah, toko roti dan kue serta Bakewell Pudding yang terkenal, kedai fish and chips (as always), toko souvenir, restoran, tea shop, dan masih banyak lagi.

Di sini gembok cinta juga ternyata cukup populer. Di jembatan, yang membentang di atas sungai jernih tempat berenang ikan dan keluarga unggas, gembok bertuliskan nama-nama dua sejoli berderet rapi. Baik nama pria dan wanita, wanita dan wanita, hingga pria dan pria!! Sungai yang menenangkan ini menjadi pemandangan cantik bagi banyak pasangan, dan merupakan tempat nyaman untuk bersantai dengan lebarnya promenade dan banyaknya bangku disana, baik anak-anak hingga lansia, sambil menikmati sebungkus fish and chips di siang hari.

Suasana di Sisi Sungai

Suasana di Sisi Sungai

Setelah puas berjalan-jalan, pukul 16.00 kami pulang menggunakan bus 241. Entah ini keberuntungan atau memang trans operator bus itu bisa, kami hanya diminta menyerahkan tiket return untuk dilubangi dan kami diizinkan naik. Perjalanan pulang ini kami nikmati dengan duduk di kursi paling depan di lantai atas bus. See you again, Peak District..

Foto Peak District dari lantai 2 bus 214

Foto Peak District dari lantai 2 bus 214

Written by : Ghea Oktaviane Vikarani & Hafshah Hafidza Noer
Photo by : Ghea Oktaviane Vikarani, Hafshah Hafidza Noer, Mula Pralampita Nursetianti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s