Natal di Inggris White Christmas dan Boxing Day

Natal merupakan salah satu hari libur nasional di Inggris dan digunakan sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga, layaknya orang Indonesia pada hari raya Idul Fitri. Selama periode Natal, terdapat dua istilah yang cukup melekat erat dengan tradisi natal di Inggris yaitu White Christmas dan Boxing Day.

Di Inggris, hari Natal selalu jatuh pada musim dingin yang identik dengan salju. Sehingga, ada istilah yang dikenal dengan White Christmas. Istilah White Christmas memiliki arti dimana ketika malam natal atau hari natal tertutup oleh salju, namun pada kenyataannya White Christmas sangat jarang terjadi pada beberapa tahun terakhir ini terutama pada bagian selatan Inggris.  White Christmas terakhir yang dialami di Inggris adalah pada tahun 2009. Bahkan lebih mengejutkan lagi selama abad 20, penduduk wilayah selatan Inggris hanya mengalami empat  White Christmas. Pada abad ke-19 terdapat 8 White Christmas secara beruntun dan pada periode inilah dapat dikatakan  White Christmas mempengaruhi kebudayaan Inggris.

A Christmas Carol (Image by Dean Morrisey)

A Christmas Carol
(Image by Dean Morrisey)

Pada masa itu, Charles Dickens, seorang novelis besar dari Inggris, lahir dan pada selama 8 tahun masa kecilnya hari Natal selalu tertutup oleh salju. Dari pengalaman masa kecilnya inilah, setiap Charles Dickens yang menyebutkan hari Natal di dalam karyanya, tidak hanya A Christmas Carol, selalu digambarkan sebagai White Christmas. Dari karya-karyanya inilah, mitos mengenai  White Christmas di Inggris berkembang.

The Frost Fair oleh Rita Greer (Courtesy: wikipedia)

The Frost Fair oleh Rita Greer
(Courtesy: wikipedia)

Selain itu, Charles Dickens hidup pada suatu era disebut yang disebut Little Ice Age, dimana pada masa itu Sungai Thames dapat membeku dan saking tebalnya es dari Sungai Thames mereka dapat mengadakan suatu festival yang disebut frost fair. Tidak hanya itu, pada masa itu, api unggun dapat dinyalakan di atas Sungai Thames yang membeku tanpa mengakibatkan kerusakan.

Boxing Day (courtesy: save.ca)

Boxing Day (courtesy: save.ca)

Lain lagi dengan Boxing Day, Boxing Day adalah satu hari setelah hari Natal yaitu tanggal 26 Desember. Asal muasal dari Boxing Day tidak diketahui tetapi satu hal yang pasti tidak ada kaitannya dengan olahraga tinju (boxing). Boxing Day dikenal ketika para pesuruh (servant) menerima hadiah natal (christmas box) dari bosnya, mirip dengan tradisi THR di Indonesia, dan kemudian hadiah itu diberikan kepada keluarga mereka.

Ada juga yang menyebutkan istilah Boxing Day berasal dari era Abad Pertengahan dan merujuk pada kotak amal di gereja yang akan disumbangkan kepada orang-orang miskin. Mitos lain mengatakan, Boxing Day merujuk kepada sebuah kotak yang ditaruh di luar gereja untuk mengumpulkan persembahan pada hari St. Stephen yang jatuh pada hari yang sama.

Ada juga yang mengatakan Boxing Day berasal dari era eksplorasi dimana kapal-kapal besar memiliki suatu kotak yang berisi uang sebagai jimat keberuntungan. Jika pelayaran mereka berhasil, kotak tersebut diberikan kepada pendeta dan dibuka pada hari natal. Isi dari kotak tersebut diberikan kepada orang miskin.

Boxing Day Hunts (courtesy: The Telegraph)

Boxing Day Hunts
(courtesy: The Telegraph)

Selain berkumpul dengan keluarga, boxing day juga terkenal dengan aktifitas olahraga seperti berburu (boxing day hunts), berkuda dan olahraga outdoor lainnya. Salah satu tradisi unik pada Boxing Day adalah Boxing Day dip yang merupakan acara sosial dimana para peserta diharapkan memakai kostum dan berenang di laut. Acara ini merupakan tradisi negara-negara Eropa Utara dan pertama kali diadakan sekitar tahun 1970 di Wales. Saat ini, boxing day dip yang terkenal diselenggarakan di Sunderland dan merupakan yang terbesar di dunia.

Selain itu, beberapa pertandingan sepak bola di divisi Premier League, Scottish Premier League dan NIFL Premier League juga sering dimainkan pada boxing day. Pada awalnya, pertandingan pada boxing day merupakan pertandingan rival antar tim satu kota atau wilayah sehingga para suporter tidak perlu berpergian jauh untuk menonton pertandingan tersebut. Demikian juga untuk tim yang akan bertanding sebagai tamu tidak perlu berpergian jauh untuk bertanding.

Jadi, pada prinsipnya hari libur Natal dan boxing day merupakan salah satu momen untuk berbagi dan berkumpul dengan keluarga dan kerabat dekat.[dhy/CP14]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s